•  

    Terima kasih atas kepercayaan kamuDalam bertransaksi trading forex di Salma Markets!

    Cukup membuat deposit minimal $ 1 ke akun Anda!

    Dapatkan kondisi trading terbaik dan penawaran bonus yang menarik! Yuk segera berinvestasi trading forex! di Salma Markets! Dan dapatkan kondisi trading terbaik!

    Salma Markets - berinvestasi dalam kemenangan Anda!

  • toolbarCollapseOpenAccount_1
  • Salma Kabinet Klien

    • Pengaturan pribadi
    • Akses ke semua layanan Salma
    • Statistik dan laporan terperinci tentang perdagangan
    • Berbagai macam transaksi keuangan
    • Sistem mengelola beberapa akun
    •  Perlindungan data maksimum
  • cabinet_client1

Berita Pasar

Informasi yang direkomendasikan

demo Berita Pasar

GDP Jepang Tak Sesuai Ekspektasi, Mata Uang Yen Justru Menguat

Perekonomian negara Jepang terhindar dari resesi meski pulih jauh lebih sedikit dari perkiraan pada kuartal terakhir tahun 2022. Ekonomi Jepang tumbuh sebesar 0,6% pada kuartal IV 2022.

Meskipun Jepang berhasil pulih dari kontraksi 1 % pada Kuartal sebelumnya namun angka GDP kali ini dibawa ekspektasi pasar yang memperkirakan pertumbuhannya sebesar 2%. Secara kuartalan jauh lebih rendah dari ekspektasi. 

Meski demikian pencapaian tersebut masih terbilang cukup positif jika dibandingkan dengan angka kuartal sebelumnya yang berada pada -0,3%. Secara garis besar ekonomi negara tersebut sudah menunjukkan pemulihan. 

Sebagian besar kondisi ini ditopang pada sektor konsumsi rumah tangga yang meningkat sebesar 5%. Namun sayangnya penguatan GPD tidak mampu memenuhi ekspektasi karena inflasi tinggi menghambat pemulihan belanja konsumen. 

Sektor konsumsi berkontribusi lebih dari separuh perekonomian. Selain itu perekonomian negara Jepang juga ikut terhambat karena kemerosotan di sektor investasi bisnis. Belanja modal turun sebesar 0,5% di tengah ketidakpastian prospek perekonomian global. 

 

Penyebab Lemahnya Perekonomian Ekonomi Jepang

Salah satu faktor penyebab pertumbuhan ekonomi Jepang melemah adalah merosotnya investasi bisnis, belanja modal dan juga persediaan. Belanja modal turun sebesar 0,5% lebih buruk dibandingkan dengan forecast penurunan 0,2%.

Pada sisi lain konsumsi rumah tangga berkontribusi cukup besar terhadap GDP hingga naik sebesar 0,5%. Hal ini disebabkan karena imbas dari kenaikan biaya hidup. 

Adapun permintaan eksternal Jepang tumbuh sebesar 0,3 poin persentase. Kondisi ini ikut berkontribusi sebesar 0,4 poin yang diproyeksikan oleh para analisis. 

Selain itu ada analisis yang menyatakan bahwa perdagangan bersih juga akan menyerah jepang ke dalam resensi pada semester pertama. Terutama disebabkan karena investasi bisnis melemah lebih cepat dari perkiraan.

Rapuhnya sektor konsumsi juga dilatarbelakangi karena ketidakpastian prospek perekonomian global yang meredupkan optimisme konsumen. Mengacu pada data GDP periode Juli - September pertumbuhan ekonomi kuartal IV tidak terlalu mengesankan. 

Mereka bisa mengharapkan konsumsi meningkat karena belanja pada sektor jasa terbilang cukup stabil. Meski demikian tetap sulit untuk bisa memproyeksikan pertumbuhan kuat di tengah tekanan dari kenaikan inflasi.

Melihat risiko resesi masih menghantui ekonomi negara tersebut. Banyak yang memperkirakan jika perekonomian Jepang akan ikut tersesat masuk ke jurang resesi pada semester pertama. 

Terutama disebabkan karena melemahnya sektor investasi bisnis yang tampak lebih buruk dari ekspektasi. Pendapat lain juga dilontarkan oleh kepala ekonom Daiwa Secuties.

Daiwa Securities menyatakan GPD Jepang di Kuartal terakhir 2022 tidak begitu mengesankan. Pasar boleh saja mengharapkan konsumsi meningkat namun pengeluaran sektor jasa telah pulih. Jadi perekonomian tetap sulit untuk meningkat pesat karena inflasi tinggi.

Tantangan Terhadap Perekonomian Jepang untuk Ke Depannya

Kabar baiknya negara Jepang sudah melihat peningkatan jumlah pengunjung dari luar negeri sejak berakhirnya beberapa pembatasan di perbatasan paling cepat di dunia. Pembatasan pada beberapa daerah tersebut bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Para pembuat kebijakan juga berharap jika pemulihan konsumsi dalam negeri akan didorong oleh tabungan yang terakumulasi selama pandemi. Berharap tabungan tersebut akan bertahan cukup lama.

Tujuannya agar bisa menaikkan upah dan meredam pukulan terhadap konsumsi rumah tangga terhadap kenaikan harga pangan dan bahan bakar. Jadi masalah inflasi dapat teratasi. 

Dengan inflasi melebihi target angka 2% maka Bank of Japan melihat prospek ekonomi dan upah akan menjadi kunci. Kunci tersebut akan berpengaruh terhadap seberapa cepat bank sentral negara tersebut agar bisa menghentikan program stimulus besar-besaran.

Data GPD Rilis, Yen Justru Menguat

Awalnya lu jangan inflasi Jepang sebagian besar disebabkan oleh melemahnya mata uang Yen terhadap dolar AS. Hal ini disebabkan karena perbedaan kebijakan moneter yang begitu mencolok antara The Fed dengan BoJ. 

Mata uang Yen tertekan atas kebijakan ultra longgar BoJ. Sedangkan dolar AS didukung oleh kenaikan suku bunga agresif yang diperlakukan oleh Powell dkk. 

Nilai mata uang Yen melemah dan membuat harga komoditas impor menjadi semakin mahal. Kondisi semacam ini juga ikut memicu terjadinya inflasi.

Namun setelah data GDP Jepang rilis pagi ini, sedikit banyak mampu menopang pergerakan mata uang Yen melawan dolar AS. Pair USD / JPY terpantau bergerak pada kisaran 132.08 atau melemah sebesar 0,21% secara harian. 

Meski demikian masih terus dibayangi oleh inflasi tinggi. Ekonomi Jepang pada tahun 2023 diproyeksikan pulih secara bertahap setelah lepas dari pandemi Covid-19.

 

KOMENTAR DI SITUS

FACEBOOK

Tampilkan komentar yang lebih lama
bg_custom-support

ic_info 24/5 Dukungan Pelanggan

Tim dukungan pelanggan kami yang berdedikasi siap memberikan dukungan lokal dalam 10 bahasa.

Confirmation