•  

    Thank you for your trust! In forex trading transactions at Salma Markets!

    Just make a deposit of at least $1 to your account!

    Get the best trading conditions and attractive bonus offers! let's immediately invest in forex trading! at Salma Markets! And get the best trading conditions!

    Salma Markets – invest in your victories!

  • toolbarCollapseOpenAccount_1
  • Salma Client Cabinet

    • Personal settings
    • Access to all Salma services
    • Detailed statistics and reports on trades
    • Full range of financial transactions
    • System of managing several accounts
    • Maximum data protection
  • cabinet_client1

Market News

Recomended Information

demo Market News

Recep Erdogan Menang Pilpres, Kondisi Mata Uang Lira Merosot

Recep Tayyip Erdogan berhasil meraih 52% suara pada pemilihan presiden terbaru di Turki beberapa hari yang lalu. Sehingga secara sah Erdgan kembali dikukuhkan sebagai presiden Turki hingga masa kerja 2028, dan hal ini tentu menjadi tongkat estafet lebih lanjut di tangan erdogan dalam memimpin Turki.

Pada pertarungan pemilihan presiden kali ini  Recep Tayyip Erdogan berhasil mengalahkan pemimpin oposisi pemerintah yakni Kemal Kilicdaroglu. Dan dalam pemilu kali ini pihak Kemal Kilicdaroglu berhasil mengumpulkan suara sebanayk 48% pada putaran kedua pemilihan presiden Turki, terpaut tipis akan tetapi Erdogan tetap melaju dan menang.

Dengan kemenangan Recep Tayyip Erdogan pada pemilu kali ini juga mencatatkan sejarah mengenai proses kepemimpinannya di Turki selama 20 tahun. Sehingga menjadi salah satu presiden cukup panjang masa jabatannya dalam sejarah kepemimpinan serta kesultanan Turki.

Dalam proses kemenangan ini Recep Tayyip Erdogan juga menyerukan kepada rakyat untuk mengesampingkan semua hal mengenai perdebatan dan konflik terkait semua perbedaan selama proses pemilu. Pihaknya juga menegaskan pentingnya untuk bersatu kembali agar mencapai tujuan dan impian nasional yang diimpikan.

Recep Tayyip Erdogan juga menyatakan bahwa mereka bukanlah sebenarnya pemenang, dan pemenang sesungguhnya adalah Turki dan demokrasinya. Akan tetapi statement berbeda diluncurkan oleh Kilicdaroglu yang mengatakan bahwa pemilu kali ini sebagai pemilu yang paling buruk serta tidak adil dalam beberapa tahun terakhir.

Hal tersebut bukan tanpa alasan sebab ada banyak kebijakan luar negeri Turki yang dikritik oleh para opsisi. Selain itu juga ada kekhawatiran juga muncul terhadap ekonomi domestik negara dengan bayang bayang inflasi serta penurunan mata uang lira.

 

Posisi Mata Uang Lira Terakhir Merosot Tajam

Kekhawatiran mengenai mata uang lokal Lira yang terus melakukan tren penurunan nampaknya memang diakibatkan oleh kebijakan fiskal yang diambil oleh Recep Tayyip Erdogan. Presiden Erdogan tentu tidak akan mengambil opsi untuk mengadopsi paradigma baru untuk beberapa tujuan mendatang. 

Perlu diketahui bahwa nilai mata uang Lira persatunya adalah 5 sen. Sedangkan disisi lain nilai dolar bergerak maksimal di atas TRY 20. Data ini juga menjadi acuan mengenai proses menuju level terendah dalam beberapa decade atau masa  di TRY 20,1.

Salah satu factor yang cukup berpengaruh pada hal tersebut tidak lepas dari pemerintah dan bank sentral yang telah mengambil kebijakan di luar nalar dan terkesan tidak lazim. Kebijakan tersebut adalah menurunkan suku bunga pada saat kondisi sedang hiperinflasi.

Sebab pada kenyatannya hal inilah yang selanjutnya bisa membuat lira jatuh dan membuat dana-dana publik semakin tidak terkendali secara maksimal. Pembuktian ini juga menjadi satu kritik keras kepada pihak pemerintahan era Recep Tayyip Erdogan.

Langkah yang Diambil Tetap Membuat Nilai Mata Uang Lira Merosot

Dengan adanya penurunan tersebut pihak pemerintah sejak krisis mata uang yang terjadi di tahun 2021, bank sentral akhirnya melakukan intervensi nilai tukar. Hal ini dilakukan dengan menggunakan emas dan cadangan devisa untuk menutupi kerugian yang telah terjadi.

Akan tetapi respon luar juga sangat kencang untuk mengkritik kesalahan terkait kebijakan tersebut. Pasalnya melalui kebijakan ini posisi lira sebagai mata uang tidak bisa diatur serta tidak lagi melakukan maneuver sesuai dengan kebijakan pasar.

Beberapa pendapat juga menyebutkan bahwa intervensi masif melalu kebijakan yang telah dilakukan oleh bank sentral dan bank-bank lokal tentu bisa berdampak pada aspek ketidakseimbangan. Dan hal ini tidak menutup kemungkinan akan semakin meluas serta perlu ditangani secara maksimal.

Meski adanya dampak terkait menurunnya Lira tersebut telah nyata akan tetapi pihak pemerintah belum mengambil langkah cepat. Bahkan semuanya dibiayai melalui mekanisme deposito oleh bank-bank sentral serta beberapa Negara tujuan.

Proses ini tentunya perlu direspon cukup maksimal dan pada saat yang sama kemungkinan kebijakan akan tetapi diambil setalah Recep Tayyip Erdogan berhasil menang kembali dalam pemilu. Jika tidak ada langkah baru untuk mengamankan kondisi Lira maka belum tentu ada jaminan lebih baik untuk proses ekonomi jangka panjang.

COMMENT ON-SITE

FACEBOOK

Show older comments
bg_custom-support

ic_info 24/5 Customer Support

Our dedicated team of customer support agents is on hand to provide you with localised support in 10 languages.

Confirmation